PENULIS menyampaikan saran soal sistem pertahanan nasional, bagaimana sepatutnya militer dibangun, serta bagaimana relasinya dengan kekuatan militer negara sekawasan. Opini kritisnya juga dilontarkan pada persoalan pemilihan kepala daerah, calon presiden yang mantan militer, hingga disintegrasi dan penanganan separatisme. Kiki Syahnakri paham akan persoalan apa saja yang mempersulit TNI: dari anggaran hingga keterlibatan dalam politik praktis. Tulisan di buku ini adalah bagian dari kontribusi pemikirannya untuk menuju militer nasional yang profesional, kepemimpinan berjiwa kebangsaan, serta membangun keindonesiaan.