Loading... Please wait...
New Products
12 cerpen itu adalah "Kematian Bob Marley" (Hasan Al Banna), "Induak Tubo" (Zelfeni Wimra), "Kandang" (Yanusa Nugroho), "Cinta pada Sebuah Pagi" (Eep Saefulloh Fatah), "Satu Kunang-kunang, Seribu Tikus" (Intan Paramaditha), "Malam Basilisk" (Dinar Rahayu), "Guru Safedi" (Farizal Sikumbang), "Malam Kunang-kunang" (Rama Dira J), "Aku Bercerita dari Pesawat yang Sedang Terbang" (Bamby Cahyadi), "Tanah Lalu" (Yetti A. KA), "Kunti Tak Berhenti Berlari" (Berto Tukan), Batubujang (Benny Arnas).
Cerpen-cerpen dalam Bob Marley yang sudah diseleksi oleh Sriti.com ini, meminjam ungkapan yang dipopulerkan Glazier, adalah "kelanjutan dari eksperimen sastra cetak", dan perlu ditambahkan juga, "kelanjutan dari eksperimen fiksi pre-hypertext".
Akmal Nasery Basral
bahwa dunia tidak selamanya hadir dalam bentuk elektronik, di masa lalu yang tidak terlalu jauh di mana ide memang memakan ruangan, di mana ide dapat rapuh termakan ngengat dan usia.... Kita butuh untuk lebih sering menekan tombol pause itu, karena kita butuh lebih banyak lagi buku seperti antologi Bob Marley dan 11 Cerita Pilihan Sriti.com ini.
Enda Nasution