Loading... Please wait...
|
ISBN: 979-1238-...
Ukuran: 13 x 17 cm
Halaman: 228 halaman
Terbit: Juli 2009
Harga: Rp. 34900 |
Posted by bunga bangsa on 2nd Sep 2009
luar biasa buku ini.
Emang sulit sekali lepas dari penjajahan masa kini.
yang menyusup lewat produk2 yang kita pakai sehari2.
saya jadi teringat perbincangan yang menarik dengan seorang teman
Sewaktu dia mengatakan bahwa dia yakin sekali jika indonesia itu suatu saat nanti pasti akan menjadi negara maju.
rakyatnya akan makmur dan sejahtera. Dikarenakan indonesia mempunyai Alam yang kaya.
Dan betapa dia terkejut dan mukanya langsung berubah ketika saya menjawab dengan pesimis " Tidak Mungkin Indonesia akan makmur bahkan sampai berabad2 kedepan". dan dia mengatakan bahwa saya tidak boleh pesimis seperti itu.
lalu saya balik bertanya pada dia mengenai cara dia berbelanja, mengenai produk2 yang dia gunakan dalam hidup sehari2.
Tambah terkejutlah dia karena ternyata mungkin hampir 90% produk yang dia gunakan adalah produk milik perusahaan asing.
mulai dari makanan(kecap, saos,etc) atribut mandi(pasta gigi, sabun),kendaraan, komputer, HP, Software, tempat menabung, Bahkan tempat dia berbelanja di sebuah hypermarket besar milik asing.
"Jadi sudah jelaskan friend". dia pun geleng2 kepala. hahahaha menjadi pesimis seperti saya.
dan kembali saya bertanya pada dia. apakah kamu tahu bahwa 10 ton batu bara senilai $400 itu dengan sama dengan anda menggunakan Sebuah software Milik asing. jika indonesia perlu kerja sangat keras untuk menghasilkan dan menjual batu bara 10ton demi uang $400, sedangkan sebuah software seharga itu pemiliknya cukup tidur saja karena uang akan otomatis masuk kerekening perusahaan begitu ada orang mendownloadnya di situs jual software diinternet seperti www.download.com, kekayaan alam sekarang pengaruhnya sudah tidak terlalu besar lagi. hahahaha tambah pesimis lah dia.
Dia berjanji akan mencoba untuk merubah cara dia berbelanja tapi tahu apa yang terjadi.
dia katanya ribut dengan istrinya karena meminta produk2 kecantikan istrinya diganti dengan produk lokal, hahahahahaha.
Tetap pesimis jadinya hahahahaha.