Loading... Please wait...
New Products
The World Without Us mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari setelah hilangnya manusia, banjir di kereta api bawah tanah di New York akan mulai mengikis fondasi kota itu dan bagaimana, dan saat kota-kota di seluruh dunia runtuh, aspal yang merajalela di mana-mana akan tersingkir oleh hutan rimba yang menyeruak kembali ke permukaan bumi. Saat menunjukkan kerusakan, yang diciptakan manusia, mana saja yang tidak mudah hilang dan sejumlah contoh seni dan kebudayaan manusia yang tertinggi yang akan bertahan paling lama, narasi Weisman akhirnya akan mengarahkan penyelesaian yang radikal tapi persuasif yang tidak bergantung atas lenyapnya umat manusia. Ini adalah contoh narasi nonfiksi pada tingkatan tertinggi, dan dengan menunjukkan konsep yang sangat menggoda dengan sentuhan yang menggairahkan, ia juga dengan cermat melihat akibat yang ditimbulkan manusia terhadap planet ini dalam cara yang baru.
Weisman mengumpulkan bahan untuk buku ini melalui wawancara dengan sejumlah ilmuwan dan pejabat pemerintahan. Ia banyak mengutip hasil wawancara untuk menjelaskan dampak lingkungan dan wujud masa depan.
Deskripsi dalam buku ini lebih merupakan percobaan imajiner mengenai, contoh, bagaimana kota-kota dan rumah luruh, seberapa lama bangunan karya manusia berakhir, dan bagaimana bentuk-bentuk kehidupan yang tersisa berkembang kembali.
Weisman menyimpulkan bahwa kawasan hunian akan menjadi hutan dalam tempo lima abad. Kenangan terakhir dan paling awet tentang kehadiran manusia adalah sampah nuklir, patung perunggu, plastik, dan patung granit pendiri Amerika Serikat di Mount Rushmore
Buku ini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan di AS pernah mencapai peringkat ke-6 New York Times Best Seller dan jawara di San Francisco Chronicle Best-Sellers pada September 2007. Majalah Time dan Entertainment Weekly's menempatkan buku ini dalam 10 besar buku non-fiksi sepanjang 2007.