Jalan panjang yang berliku dilaluinya. Suka duka meniti karier sebagai seorang dokter dan memimpin rumah sakit diraihnya. Dalam kegelisahan spiritual, penulis mendapat pencerahan dan menemukan Kebenaran Sejati.
Ia mencatat dan menuangkannya dalam buku ini. Ia ungkapkan isi hatinya dalam bentuk syair dan ayat-ayat pilihan . Ia tanggalkan atribut keduniawiannya. Ia mengakui kelemahan manusiawinya di hadapan Bapa. Apa adanya. Itulah kelebihan buku ini. Bukan sekedar hasil olah logika. Bukan karya ilmiah akademis. Tapi pengakuan dari lubuk hati yang terdalam. Kejujurannya membuka diri menyentuh nurani. Memang di hadapan Allah tidak ada yang bisa kita sembunyikan.
Tentu saja buku ini tidak dimaksudkan sebagai bahan pengajaran doktrin-doktrin teologis, tapi ini adalah catatan sebuah episode kehidupan. Berisi pernyataan iman seorang manusia yang kebetulan juga adalah seorang dokter. Bahwa pada suatu titik semua orang sampai di muara yang sama: mencari hakikat kebenaran.